COVID-19 adalah wabah paling dahsyat yang menghancurkan umat manusia abad ini. Virus yang sangat menular ini pertama kali melanda pada November 2019 di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei Cina, melalui kontak hewan ke manusia di pasar makanan laut Huanan.

Hanya dalam beberapa bulan, COVID-19 telah menyebar seperti api ke hampir seluruh penjuru dunia, menginfeksi 3.870.865 populasi dunia yang dikonfirmasi setelah bencana dan terdapat jumlah kematian 267.771, pada 7 Mei 2020. Menurut Alkitab, wabah dikatakan sebagai salah satu tanda yang menandai akhir zaman dan kembalinya Yesus Kristus.

Apa Kata Alkitab tentang Wabah?

Menurut Roma 8:20-21, wabah adalah konsekuensi dari kejatuhan Adam dari kasih karunia di Taman Eden:

Sebab, semua ciptaan menjadi sasaran kesia-siaan, bukan karena diingininya, tetapi karena Dia yang menaklukkannya, dengan pengharapan, supaya ciptaan itu sendiri akan dibebaskan dari ikatan kebinasaan kepada kemerdekaan mulia dari anak-anak Allah.

Timbulnya wabah dalam Alkitab selalu menjadi pertanda bagi penghancuran peradaban atau cara hidup, yang ditimbulkan oleh tangan Allah yang murka sebagai tanggapan atas tindakan kemurtadan dan tindakan ketidaktaatan lainnya terhadap Dia.

Salah satu contoh paling penting dari ini ditunjukkan kepada kita dalam Keluaran 7-12 dengan 10 wabah yang Musa timpakan atas Mesir atas perintah Allah. Akibatnya, kehidupan, tanaman, dan hewan Mesir dihancurkan, dan perbudakan Israel selama 400 tahun akhirnya berakhir.

Ada ayat lain dalam Alkitab, di mana Allah menyatakan wabah atas bangsa-bangsa sebagai tindakan penghakiman ilahi atas ketidaktaatan.

Salah satu ayat Alkitab tersebut adalah Amos 4:10:

"Aku mengirimkan penyakit sampar di antaramu, seperti cara yang diterima orang Mesir. Dengan pedang Aku membunuh pemuda-pemudamu, bersama dengan kuda-kuda tawananmu. Aku membuat bau busuk perkemahan tercium oleh hidungmu, tetapi itu pun tidak membuat kamu kembali kepada-Ku,- firman TUHAN.

Dalam Perjanjian Baru, disebutkan tentang wabah yang berfungsi sebagai tanda-tanda penting yang akan menandai akhir zaman dan kedatangan Yesus Kristus. Yang paling terkenal di antaranya adalah Wahyu 6:8:

-Maka, aku melihat seekor kuda berwarna hijau pucat dan ia yang duduk di atasnya bernama Maut dan Hades mengikutinya. Dan, kuasa diberikan kepada mereka atas seperempat bumi untuk membunuh dengan pedang, kelaparan, penyakit, dan binatang-binatang buas di bumi.-

Bahkan Yesus menjelaskan kepada para murid-Nya dalam Matius 24:4-8, bahwa masa-masa sulit akan menandai kedatangan hari-hari terakhir di bumi:

Yesus menjawab mereka, -Perhatikanlah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu. Sebab, banyak yang akan datang dalam nama-Ku dan berkata, ‘Aku adalah Kristus,’ dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar peperangan dan kabar-kabar tentang perang. Perhatikanlah supaya kamu tidak takut karena hal-hal ini harus terjadi, tetapi ini belum kesudahannya. Sebab, bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan akan melawan kerajaan, dan di berbagai tempat akan ada kelaparan dan gempa bumi. Semua hal ini adalah awal dari penderitaan sakit melahirkan.

Karena itu, Alkitab juga memberikan ayat yang berbicara tentang kasih dan perlindungan Allah selama pandemi dan malapetaka lainnya.

Mazmur 91:5-6 menawarkan penghiburan seperti itu: "Kamu takkan takut pada kengerian malam, atau anak panah yang beterbangan pada siang hari, atau wabah penyakit yang berjalan di kegelapan, atau penghancuran yang menyerang pada siang hari."

Allah juga dapat menggunakan pandemi untuk memenuhi tujuan penebusan-Nya, mengajar kita kepatuhan dan rasa syukur, dan bahkan membangkitkan kebangunan rohani. Perhatikan ayat berikut:

Di hadapan-Nya penyakit sampar pergi, dan demam mengikuti langkah-Nya. Dia berdiri maka bumi berguncang, Dia memandang dan bangsa-bangsa pun gemetar. Gunung-gunung yang ada sejak dahulu kala terserak, bukit-bukit dari zaman purbakala tertunduk, perbuatan-Nya kekal.- (Habakuk 3:5-6).

Namun, apa yang begitu indah tentang Firman Allah adalah janji-Nya untuk mengasihi kita dan menyediakan bagi kita, terlepas dari betapa mengerikannya situasi kita:

-Sebab sekalipun gunung-gunung berpindah dan bukit-bukit akan bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beralih darimu. Perjanjian perdamaian-Ku tidak akan pernah dipindahkan,- kata TUHAN, yang berbelas kasihan kepadamu (Yesaya 54:10).

Kita tahu bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan, bagi mereka yang mengasihi Allah, yaitu mereka yang dipanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).

Yesus memandang mereka dan berkata, -Bagi manusia, hal ini mustahil, tetapi bagi Allah, semua hal itu mungkin- (Matius 19:26).

Apakah COVID-19 Salah Satu dari Mereka?

Meskipun virus corona adalah wabah paling berbahaya yang berdampak pada umat manusia abad ini, tidak ada bukti dalam Alkitab yang menyatakan bahwa COVID-19 adalah salah satu wabah yang dinubuatkan dalam Kitab Suci.

Jika wabah yang dinubuatkan dalam Wahyu 6:8 adalah dari virus corona, angka kematian 267.771, pada 7 Mei 2020, akan menjadi jauh lebih tinggi untuk itu menjadi kenyataan.

Mengapa? Keempat penunggang kuda yang disebutkan dalam Wahyu 6:8 memiliki kekuatan masing-masing yang dialokasikan ke -- atas seperempat bumi, untuk membunuh dengan pedang, kelaparan, penyakit, dan binatang-binatang buas di bumi.-

Dengan populasi dunia saat ini sekitar 7,8 miliar, angka kematian untuk COVID-19 harus mencapai sekitar 1,95 miliar orang, dalam istilah matematika murni agar nubuatan ini terjadi.

Sepanjang sejarah, pandemi dan epidemi telah muncul dan telah menyebabkan malapetaka di dunia rata-rata sekitar dua per abad.

Hal ini, sebagian, disebabkan oleh perubahan dari gaya hidup agraris ke perkotaan dari waktu ke waktu, kemudahan perjalanan antar negara dan paparan terhadap beragam orang, serta meningkatnya interaksi antara manusia dan hewan.

Dua pandemi terbaru yang kita temui abad ini adalah flu babi, yang merenggut 200.000 nyawa antara tahun 2009-2010, dan virus Ebola yang mencatat jumlah kematian 11.000 antara tahun 2014-2016.

Seperti halnya virus corona, orang yang tertular menularkan virus di atas melalui kontak orang ke orang melalui cairan tubuh atau menyentuh permukaan dengan virus dan kemudian menyentuh mata atau mulut mereka.

Dengan keadaan dunia seperti sekarang ini, wabah dan pandemi tampaknya menjadi eksternalitas negatif yang tak terhindarkan dari kehidupan beradab.

Sehubungan dengan pandemi COVID-19, kekhawatiran global saat ini belum tentu virus itu sendiri; menurut WHO, virus terkait flu mengklaim antara 290.000-650.000 nyawa setiap tahun.

Sebaliknya, hal itu meningkatkan kekhawatiran di mana virus COVID-19 menyebar, sifatnya sangat menular, dan fakta bahwa vaksin belum ditemukan yang menyebabkan kekhawatiran yang meluas.

Mengapa Allah Mengizinkan Pandemi Ini?

Adalah normal untuk mempertanyakan kebaikan Allah selama masa ini ketika jutaan orang menderita sebagai akibat dari konsekuensi kesehatan dan ekonomi dari pandemi ini.

Adalah kebenaran yang menyedihkan bahwa dunia selalu menjadi tempat yang hancur, yang berasal dari kejatuhan manusia di Taman Eden. Penderitaan dan penyakit telah menjadi bagian dari dunia ini sejak lama; manusia dalam ketidaksempurnaan dan kelemahan mereka telah memilih untuk mengikuti jalan yang salah, yang telah menyebabkan konsekuensi yang merugikan bagi umat manusia dan planet ini.

Meskipun Alkitab memberikan catatan tentang malapetaka sebagai akibat murka Allah, Perjanjian Baru berbicara tentang kasih, belas kasihan, dan pengorbanan Allah bagi kita melalui darah Anak-Nya Yesus Kristus di Kayu Salib Kalvari. Karena alasan itu, kita tidak perlu takut kepada Allah yang murka, tetapi kita bisa bersukacita di dalam Allah yang penuh rahmat dan belas kasihan, yang mengampuni kita karena dosa dan pelanggaran kita.

Apa artinya ini?

Karena itu, mari kita gunakan waktu ini untuk mengasihi dan melayani sesama manusia melalui krisis ini; biarkan Kerajaan Allah yang tinggal di dalam kita tercermin dalam setiap celah gelap dan sudut dunia yang sakit, rapuh, dan jatuh ini.

Dan yang paling penting, mari kita percaya pada rahmat dan kedaulatan Tuhan untuk membuat segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan kita; Dia telah mengalahkan dunia, bahkan COVID-19! (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Crosswalk
URL : http://www.crosswalk.com/special-coverage/coronavirus/does-covid-19-fulfill-biblical-plague-prophecies.html
Judul asli artikel : Does COVID-19 Fulfill Biblical Plague Prophecies?
Penulis artikel : Madeline Kalu