oleh PJ

Shallom ... menurut pendapat saya, perasaan takut pada virus COVID-19 itu memang ada pada setiap manusia. Cuma, kita harus sadar bahwa kita memiliki Bapa yang Mahakuasa. Lagi pula, kita diajar oleh firman Tuhan untuk tidak khawatir akan hari esok. Sama seperti tulisan yang menjadi bacaan kita dalam diskusi ini.

Tuhan sudah memilih kita sebelum dunia diciptakan. Bermakna Tuhan lebih tahu bagaimana COVID-19 ini dan siapa yang terjangkit oleh penyakit ini. Oleh karena itu, saat kita berhadapan dengan penularan COVID-19 ini, setia dan lipat gandakan diri kita untuk berdoa dan mencari Tuhan. Mohon kita dijauhkan dari sakit-penyakit ini. Hanya DIA yang mampu menjauhkan kita dari penyakit ini. Dalam masa yang sama, kita juga harus mematuhi arahan pemerintah dengan "stay at home". Untuk mencegah penularan wabah ini serta menjaga kesehatan dan kebersihan diri kita.

Berkaitan dengan ibadah minggu. Kami di Sabah Malaysia juga dilarang untuk mengadakan ibadah dalam gereja. Tunduk kepada pemerintah bukan bermaksud kita membelakangkan Tuhan karena tidak mengadakan ibadah minggu dalam gereja. Kami menghormati arahan kerajaan itu sesuai dengan firman Tuhan yang mengajar kita untuk tunduk kepada pemerintah, tetapi menaati firman Tuhan.

Saya percaya COVID-19 ini berlaku pasti ada pesan yang Tuhan ingin kita selidiki. Yang pastinya, Tuhan mau kita "bangun" dan melihat sekeliling dan melakukan perintah-Nya. Serahkan segala kekhawatiranmu itu kepada Tuhan. Pasti Tuhan akan melakukan yang terbaik untuk kita sesuai rencana-NYA.